Inilah Cara Menjaga Kesehatan Ginjal, Karena Jumlah Penderita Yang Harus Cuci Darah Sangat Meningkat!

On 22 February 2018 by admindipo

Sering juga saya lihat pasien yang muntah-muntah, cegukan (hiccup) yang terus menerus, sesak nafas, mengalami kesakitan di sekujur tubuhnya, menjerit-jerit karena nyeri kepala hebat, bahkan banyak juga yang menjalani “cuci darah” dalam keadaan kesadaran menurun.

Aroma nafas para penderita itu sering tidak sedap dan mereka acapkali merasa kakinya yang terasa sangat pegal atau telapak kakinya terasa panas seperti terbakar.

Ada juga penderita yang keadaannya cukup baik, bisa makan sambil menjalani dialisis, biasanya mereka adalah yang menjalani dialisis secara teratur dan relatif baru menjalani terapi ini. Akan tetapi jarang sekali saya temui penderita yang bersemangat hidup tinggi. Hampir semuanya pasrah-menyerah tanpa semangat, sehingga suasana ruang HD umumnya suram, muram.

Mereka yang menjalani “cuci darah” adalah penderita yang mengalami CKD (Chronic Kidney Disease), atau dalam bahasa Indonesia disebut Penyakit Ginjal Kronis (PGK) tingkat 5, yang berjumlah 0,2 % dari semua kasus PGK. Terdapat 5 tingkat (stage) penyakit ginjal kronis berdasarkan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG).

Pengertian Laju Filtrasi Glomerulus ialah kecepatan ginjal untuk menyaring atau memisahkan zat-zat sisa metabolisme tubuh (“racun limbah tubuh”) dan zat-zat yang masih bisa digunakan ulang oleh tubuh. Limbah tubuh itu selanjutnya dibuang ke urin. Tingkat 1 adalah tingkat PGK yang paling ringan dan tingkat 5 adalah yang terberat.

Definisi PGK ialah: Kerusakan ginjal selama  3 bulan atau lebih, karena kelainan struktur ginjal atau kelainan fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). Selain itu mereka yang memiliki LFG < 60 mL / menit / 1.73 m2 luas permukaan tubuh selama 3 bulan, dengan atau tanpa kerusakan struktur ginjal.

Rumit ya definisinya?!

Prinsipnya Dasar Definisi diatas adalah:

1) Semua penyakit ginjal yang berlanjut akan bermuara atau berakhir ke PGK, baik yang awalnya terjadi secara mendadak (akut) tetapi tidak ditangani dengan benar, (misalnya dehirasi berat) yang akhirnta berlanjut menjadi kronis; Maupun penyakit ginjal yang langsung menjadi kronis, seperti kelainan ginjal akibat diabetes melitus (penyakit gula darah tinggi).

2) Pada PGK terjadi kerusakan struktur dan / atau  gangguan fungsi ginjal selama 3 bulan atau lebih.

3) Jika disebut PGK, berarti kedua ginjal telah mengalami gangguan struktural dan / atau gangguan fungsional.

Prevalensi atau perkiraan jumlah penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) menurut suatu studi meta-analisis ditahun 2016 ialah 11% sampai 13 % dari seluruh penduduk dunia, dan penderita terbanyak berada dalam tingkat ke 3 penyakit ini. Yayasan Ginjal Amerika Serikat (National Kidney Foundation/NKF) memperkirakan sekitar 10 % dari seluruh penduduk dunia menderita kelainan ini.

Data dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun 2014, yang dikutip oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2017, mendapatkan prevalensi 12,5 %, untuk seluruh tingkat dari PGK (tingkat 1 sampai 5).

Berarti hitungannya 1 dari 8 orang penduduk Indonesia mengalami PGK (besar sekali yaaa?!) Jika ada 250 juta penduduk Indonesia, maka ada lebih 30 juta penduduk Indonesia dengan PGK (ngeri betul yaa data ini). Data PERNEFRI tersebut berdasarkan riset tahun 2014, bagaimana dengan tahun 2017??

Dari data-data prevalensi diatas, jelas bahwa penyakit ginjal kronis adalah masalah kesehatan yang besar! Semua pihak: pemerintah, instansi dan praktisi kesehatan, serta seluruh komponen bangsa, perlu mewaspadai, melakukan penanganan yang tepat dan secepat mungkin secara terpadu, di semua tingkat pelayanan kesehatan.

Secara khusus kita semua harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah peningkatan jumlah kasus PGK serta menjaga agar tidak terjadi perburukan tingkat penyakit pada orang yang sudah menderita PGK.

Jika seseorang sudah sampai ke tingkat 5 PGK, maka orang itu sangat mungkin harus menjalani terapi dialisis (hemodialisis atau terapi sejenis yaitu peritoneal dialisis) seumur hidup, atau bahkan harus menjalani transplantasi ginjal.

Semua terapi PGK tingkat 5 itu sangat membebani perekonomian rakyat dan negara ini karena sangat mahal dan berlangsung seumur hidup! Angka kematian PGK tingkat 5 pun cukup tinggi, walaupun segala terapi tersebut diatas sudah dilakukan secara maksimal. Belum lagi jika dibahas soal kwalitas hidup dan produktivitas penderita PGK yang banyak menurun.

Sebagai catatan, Peritoneal Dialisis ialah terapi dengan melakukan pemasangan selang di perut dan menggunakan membran pembungkus perut (peritoneum) sebagai penyaring racun sisa metabolisme.

Pada terapi ini, cairan pelarut racun metabolisme tersebut dimasukkan melalui selang kemudian dikeluarkan kembali. Setelah terapi selesai, maka selang itu ditutup lagi. Terapi ini bisa dilakukan secara mandiri dan berkesinambungan. Secara awam Peritoneal Dialisis, disebut “Cuci Perut”

PGK sering tidak terdeteksi di tingkat dini, itu sebabnya banyak penderita yang sangat terkejut karena ia tahu-tahu dinyatakan sebagai PGK tingkat 5 oleh dokter.

Tetapi seandainya masyarakat luas memiliki pengetahuan umum tentang gejala-gejala dan tanda-tanda PGK, serta bisa didiagnosis sejak dini melalui tes yang sederhana, maka kejadian PGK dan perkembangannya ke tingkat yang lanjut bisa diperlambat atau bahkan dapat dihentikan, karenanya: KENALI DAN NILAILAH GINJAL KITA!

Penilaian rutin dan teratur penting untuk semua orang, dan sangat penting bagi orang-orang yang berrisiko PGK. Ikuti 6 langkah-langkah ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyakit ginjal, ada atau tidaknya faktor risiko pada anda, dan bagaimana mencegah terjadinya PGK.

Langkah 1: Ketahui Fakta-Fakta Ini

A. Fungsi-Fungsi Utama Ginjal:

* Mengatur Jumlah Cairan Tubuh

* Menyaring serta Membuang limbah sisa-sia metabolisme tubuh dan racun dari darah

* Melepaskan hormon yang mengatur tekanan darah

* Mengaktifkan Vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang

* Menghasilkan hormon Eritropoietin yang memacu produksi sel-sel darah merah di sumsum tulang

* Menjaga agar mineral-mineral darah tetap seimbang (natrium, fosfor, kalium, kalsium)

* Menjaga keseimbangan asam-basa (pH) tubuh.

B. Masalah-Masalah Kesehatan Utama Akibat Gangguan Ginjal Yang Kronis:

* Penyakit Kardiovaskular, yang dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke

* Tekanan Darah Tinggi

* Kerusakan Tulang

* Kerusakan Saraf (neuropati)

* Gagal ginjal (stadium akhir PGK atau disebut Penyakit Ginjal Terminal / PGT)

* Anemia (jumlah sel darah merah menurun)

* Gangguan Kesadaran (ensefalopati uremik)

* Gangguan Saluran Cerna (Gastropati dan Enteropati uremik)

* Gangguan Trombosit / Keping Pembekuan Darah (Trombopati uremik)

Langkah 2: Inventarisasi Kaji Sendiri Faktor-Faktor Risiko PGK anda

A. Faktor-Faktor Risiko Utama PGK:

* Diabetes Melitus (baik yang terjadi pada diri sendiri atau di keluarga)

* Tekanan darah tinggi (pada diri sendiri atau keluarga)

* Penyakit kardiovaskular (pada diri sendiri atau keluarga)

* Riwayat keluarga yang menderita diabetes atau tekanan darah tinggi

 B. Faktor-Faktor Risiko Tambahan:

* Faktor Ras: keturunan Afrika-Amerika, keturunan penduduk asli Amerika (Indian), keturunan Hispanik, Asia-Pasifik, lebih rentan mengalami PGK dibandingkan keturunan Kaukasia maupun Timur Tengah

* Usia 60 tahun ke atas

* Obesitas

* Berat badan saat lahir rendah (kurang dari 2,5 Kg)

* Penggunaan obat-obat anti radang non steroid sebagai anti nyeri secara berkepanjangan, misalnya memakai ibuprofen, asam mefenamat atau diklofenak dalam waktu yang panjang.

* Penyakit Lupus dan kelainan autoimun lainnya

* Infeksi saluran kemih kronis

* Penyakit Batu Ginjal

* Hiperurisemia (tingginya kadar asam urat dalam darah)

Langkah 3: Kenali Gejala-Gejala Penyakit Ginjal

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anda mungkin berpenyakit ginjal:

* Kelelahan, kelemahan yang terus menerus dalam waktu lama

* Sulit buang air kecil, volume urin sedikit

* Banyak busa pada urin (seperti busa pada kocokan putih telur), yang sering tetap ada di air WC, meskipun kita telah menyiramnya berkali-kali.

* Urin berwarna merah seperti air cucian daging atau urin berwarna gelap (darah dalam urin), urin keruh atau berbau busuk sekali (bukan bau amoniak seperti bau urin biasa)

* Meningkatnya rasa haus meskipun volume urin sedikit

* Sering merasa harus membuang air kecil (terutama di malam hari)

* Kelopak mata membengkak sehingga sulit dibuka

* Pembengkakan wajah, tangan, perut, pergelangan kaki, dan kaki

* Hipertensi berat pada usia muda (usia sebelum 30)

Langkah 4: PERIKSAKAN DIRI ANDA SECARA RUTIN SETIAP TAHUN ATAU KALAU ADA TANDA-TANDA maupun RIWAYAT KETURUNAN BERPENYAKIT GINJAL KRONIS

Jika anda atau keluarga dan kerabatmu termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, tanyakan kepada dokter anda tentang beberapa pemeriksaan ini.

Tes Rutin Yang Dapat Mengurangi Risiko Terjadinya PGK Tingkat Lanjut:

a)  Tekanan Darah:

Tekanan darah tinggi bisa merusak rangkaian pembuluh darah kecil (glomeruli) di ginjal. Ini adalah penyebab utama kedua terjadinya PGK setelah diabetes. Secara umum tekanan Darah < 140/90 mmHg cukup baik. Jika telah mengalami PGK, tekanan darah yang diinginkan ialah < 130/80 mmHg.

b)  Protein dalam urin

Adanya sejenis protein, yaitu albumin dalam urin (albuminuria) merupakan tanda awal PGK. Peningkatan albumin dalam urin yang yang terus-menerus terjadi, mengindikasikan kerusakan ginjal. Hasil yang baik ialah jika nilainya jika kurang dari 30 mg albumin per gram kreatinin urin / 24 jam)

c)  Kadar Kreatinin dalam Darah

Ginjal yang sehat akan menyaring kreatinin darah (produk limbah metabolisme otot) dan membuangnya ke urin. Bila fungsi ginjal berkurang, kadar kreatinin akan meningkat. Nilai yang baik ialah 0,6 sampai 1,2 mg per desiliter darah, meskipun nilai ini sering tergantung pada variabel-variabel lain

d)  Laju Filtrasi Glomerulus (LPG) atau Laju Penyaringan oleh Ginjal

Pengukuran nilai Ini adalah ukuran fungsi ginjal yang paling sensitif dan akurat. Dokter akan mengukur kadar kreatinin darah dan melakukan perhitungan berdasarkan usia, ras, dan jenis kelamin. Nilai lebih dari 90 ml/menit adalah bagus. Nilai 60-89 ml/menit harus dipantau. Jika kreatinin kurang dari 60 ml/menit untuk 3 bulan menunjukkan adanya PGK.

Langkah 5: Tetap Memelihara Kesehatan dan Kebugaran Dengan Baik

A. Beberapa Hal yang Harus Dilakukan untuk menghindari PGK:

* Atasi tekanan darah tinggi

* Jaga kadar gula darah agar tetap terkendali jika anda penderitas diabetes

* Kurangi asupan garam

* Hindari pemakaian obat anti radang / penghilang rasa sakit dalam waktu yang lama

* Konsumsi protein dalam jumlah sedang (70-80 gram protein sehari)

* Dapatkan vaksinasi Influensa atau Pneumonia tahunan, terutama pada orang diatas 60 tahun, jika memungkinkan.

* Jangan biarkan infeksi tenggorokan atau gigi dalam waktu yang lama.

B. Berbagai Kiat Pencegahan PGK Lainnya:

* Berolahraga secara teratur

* Kontrol berat badan

* Ikuti Diet seimbang

* Berhenti merokok

* Hindari Alkohol atau bagi yang meminumnya, jangan minum berlebihan.

* Tetap terhidrasi (minum 2-3 liter/hari)

* Pantau Kadar Kolesterol Darah (diperiksa dengan terlebih dulu berpuasa, darah diambil dari pembuluh darah balik lengan, bukan dari ujung jari)

* Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Tahunan

* Kenali Sejarah Medis / Riwayat Penyakit Keluarga anda.

Langkah 6: Rubahlah Gaya Hidup Anda Sehingga Tetap Bugar dan Aktif

– Menjaga kebugaran tubuh membantu mengurangi tensi dan mengurangi risiko PGK

– Kontrol teratur kadar gula darah anda. Sekitar separuh orang yang menderita diabetes mengalami kerusakan ginjal. Jadi penting bagi penderita diabetes untuk melakukan tes rutin guna memeriksakan fungsi ginjalnya.

– Pantau tekanan darah anda. Tingkat tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Jika tekanan darah anda lebih tinggi dari 130/80 sampai 139/89 mmHg, maka anda dianggap berada dalam fase prahipertensi dan harus merubah gaya hidup serta pola makan. Pada 140/90 mmHg keatas, anda harus memeriksakan diri ke dokter dan menjalaini terapi secara rutin dan memantau tekanan darah dengan teratur.

– Konsumsi makanan sehat dan pertahankan berat badan anda.

– Kurangi asupan garam. Asupan garam yang dianjurkan adalah 5-6 gram perhari (sekitar satu sendok teh, dibagi untuk seluruh makanan per 24 jam). Untuk mengurangi asupan garam, batasilah jumlah makanan olahan dan makanan yang tahan lama, jangan tambahkan garam ke makanan yang sudah siap santap.

– Menjaga asupan cairan yang sehat. Disarankan sekitar 2 – 3 liter air / 24 jam (8-12 gelas/hari), khususnya bila udara panas dan jika banyak melakukan aktivitas fisik. Bukan dengan cara langsung minum 1 liter sekali teguk, tetapi minum 1-2 gelas setiap minum.

Orang yang telah memiliki batu ginjal disarankan untuk minum 3 sampai 4 liter air / hari untuk mengurangi pembentukan batu baru. Pada PGK tingkat 5, jumlah minum justru harus dibatasi.

– Jangan merokok. Rokok memperlambat aliran darah ke ginjal. Merokok juga meningkatkan risiko kanker ginjal sekitar 50 persen.

– Jangan minum obat penghilang nyeri secara sembarangan dan terus-menerus dalam waktu yang panjang. Jika anda memiliki penyakit yang menyebabkan nyeri kronis, seperti radang sendi lutut atau sakit punggung, segera hubungi dokter.

– Cek fungsi ginjal anda secara teratur, misalnya 1-2 kali pertahun, jika anda memiliki satu atau lebih faktor risiko ini: * Diabetes * Hipertensi * Kegemukan * Salah satu orang tua atau anggota keluarga anda menderita penyakit ginjal kronik atau penyakit ginjal bawaan * Jika anda berasal dari Afrika, Asia-Pasifik dan telah berusia 40 tahun.

Sumber : https://www.kompasiana.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *