Lebih Jauh Tentang Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung yang paling umum terjadi adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi ketika pasokan darah yang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh plak pada arteri koroner.

Pada dinding pembuluh arteri dapat terjadi kondisi ateroskelosis, yaitu penumpukan kolesterol dan substansi lainnya yang semakin bertambah sehingga mempersempit ruang arteri. Tumpukan ini disebut plak. Sejatinya plak sudah bersarang di dinding arteri sejak seseorang masih muda. Makin tinggi usia seseorang, makin menumpuk plak di lokasi yang sama.

lebih jauh tentang penyakit jantung koroner - alodokter

Plak sendiri mengeluarkan zat kimia yang membuat dinding bagian dalam dari pembuluh menjadi lengket. Pada saat bersamaan, darah memuat sel-sel inflamasi, lipoprotein, dan kalsium. Zat-zat ini kemudian akan menempel di dinding pembuluh darah sehingga membuat timbunan plak makin banyak.

Makin besar plak, makin sempit arteri koroner sehingga suplai darah kaya oksigen ke jantung kian menipis. Plak juga dapat pecah dan kemudian menyumbat sebagian besar hingga seluruh aliran darah pada pembuluh arteri. Bila hambatan aliran darah ini terjadi pada arteri koroner, maka dapat terjadi serangan jantung.

Sebenarnya, pembuluh darah atau arteri yang mengalami penyempitan ini biasanya membuat pembuluh darah baru di sekitar arteri yang menyempit. Sayangnya, pembuluh darah yang baru kemungkinan belum bisa membawa darah kaya oksigen sebanyak pembuluh darah lama.

Hal yang Memperbesar Peluang Penyakit Jantung Koroner

Beberapa hal berikut bisa memperbesar risiko seseorang mengalami aterosklerosis.

  • Rokok

Menghisap rokok adalah risiko yang paling berperan bagi peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok membuat jantung bekerja lebih cepat dari biasanya. Kedua zat tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah di arteri. Celakanya, bahan-bahan kimia lain dalam rokok juga bisa merusak lapisan arteri koroner sehingga kian memperbesar risiko terkena penyakit jantung koroner. Perokok diprediksi memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner 24% lebih besar daripada yang tidak merokok.

  • Kolesterol

Kolesterol yang terlalu banyak mengalir dalam darah dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Jenis kolesterol yang membuat risiko jantung koroner kian besar adalah lipoprotein low-density (LDL) yang biasa disebut sebagai kolesterol ‘jahat’. Karena kolesterol inilah yang memiliki kecenderungan untuk menempel dan menimbun di arteri koroner.

  • Diabetes

Para penderita diabetes juga diprediksikan memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung koroner. Hal ini karena penderita diabetes kemungkinan memiliki lapisan pembuluh darah yang lebih tebal dari orang yang sehat. Ketebalan berlebih pada arteri koroner bisa menyebabkan tidak lancarnya aliran darah.

  • Terjadinya pembekuan darah

Pembekuan darah atau trombosis yang terjadi pada arteri koroner akan memblokir suplai darah menuju jantung. Pembekuan darah di arteri koroner biasanya terjadi di lokasi yang sama dengan aterosklerosis. Karena pembekuan darah menghalangi suplai darah ke oksigen, dengan sendirinya akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner bagi yang mengalaminya.

  • Tingginya tekanan darah

Tekanan darah yang terlalu tinggi juga bisa memperbesar seseorang menderita penyakit jantung koroner. Seseorang dikategorikan memiliki tekanan darah tinggi jika memiliki tekanan sistolik pada kisaran 140mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik sekitar 90mmHg atau lebih.

Tekanan sistolik sendiri didefinisikan sebagai ukuran tekanan darah saat jantung berkontraksi atau memompa darah keluar. Sementara itu, tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung sedang santai dan mengisi darah.

Untuk meminimalkan risiko terkena penyakit jantung koroner, seseorang harus mau melakukan olahraga rutin, diet sehat, dan berhenti merokok. Beberapa hal seperti menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan mengatasi stres juga bisa membantu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.

Sumber : http://www.alodokter.com/lebih-jauh-tentang-penyakit-jantung-koroner

Inilah Cara Menjaga Kesehatan Ginjal, Karena Jumlah Penderita Yang Harus Cuci Darah Sangat Meningkat!

Sering juga saya lihat pasien yang muntah-muntah, cegukan (hiccup) yang terus menerus, sesak nafas, mengalami kesakitan di sekujur tubuhnya, menjerit-jerit karena nyeri kepala hebat, bahkan banyak juga yang menjalani “cuci darah” dalam keadaan kesadaran menurun.

Aroma nafas para penderita itu sering tidak sedap dan mereka acapkali merasa kakinya yang terasa sangat pegal atau telapak kakinya terasa panas seperti terbakar.

Ada juga penderita yang keadaannya cukup baik, bisa makan sambil menjalani dialisis, biasanya mereka adalah yang menjalani dialisis secara teratur dan relatif baru menjalani terapi ini. Akan tetapi jarang sekali saya temui penderita yang bersemangat hidup tinggi. Hampir semuanya pasrah-menyerah tanpa semangat, sehingga suasana ruang HD umumnya suram, muram.

Mereka yang menjalani “cuci darah” adalah penderita yang mengalami CKD (Chronic Kidney Disease), atau dalam bahasa Indonesia disebut Penyakit Ginjal Kronis (PGK) tingkat 5, yang berjumlah 0,2 % dari semua kasus PGK. Terdapat 5 tingkat (stage) penyakit ginjal kronis berdasarkan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG).

Pengertian Laju Filtrasi Glomerulus ialah kecepatan ginjal untuk menyaring atau memisahkan zat-zat sisa metabolisme tubuh (“racun limbah tubuh”) dan zat-zat yang masih bisa digunakan ulang oleh tubuh. Limbah tubuh itu selanjutnya dibuang ke urin. Tingkat 1 adalah tingkat PGK yang paling ringan dan tingkat 5 adalah yang terberat.

Definisi PGK ialah: Kerusakan ginjal selama  3 bulan atau lebih, karena kelainan struktur ginjal atau kelainan fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). Selain itu mereka yang memiliki LFG < 60 mL / menit / 1.73 m2 luas permukaan tubuh selama 3 bulan, dengan atau tanpa kerusakan struktur ginjal.

Rumit ya definisinya?!

Prinsipnya Dasar Definisi diatas adalah:

1) Semua penyakit ginjal yang berlanjut akan bermuara atau berakhir ke PGK, baik yang awalnya terjadi secara mendadak (akut) tetapi tidak ditangani dengan benar, (misalnya dehirasi berat) yang akhirnta berlanjut menjadi kronis; Maupun penyakit ginjal yang langsung menjadi kronis, seperti kelainan ginjal akibat diabetes melitus (penyakit gula darah tinggi).

2) Pada PGK terjadi kerusakan struktur dan / atau  gangguan fungsi ginjal selama 3 bulan atau lebih.

3) Jika disebut PGK, berarti kedua ginjal telah mengalami gangguan struktural dan / atau gangguan fungsional.

Prevalensi atau perkiraan jumlah penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) menurut suatu studi meta-analisis ditahun 2016 ialah 11% sampai 13 % dari seluruh penduduk dunia, dan penderita terbanyak berada dalam tingkat ke 3 penyakit ini. Yayasan Ginjal Amerika Serikat (National Kidney Foundation/NKF) memperkirakan sekitar 10 % dari seluruh penduduk dunia menderita kelainan ini.

Data dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun 2014, yang dikutip oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2017, mendapatkan prevalensi 12,5 %, untuk seluruh tingkat dari PGK (tingkat 1 sampai 5).

Berarti hitungannya 1 dari 8 orang penduduk Indonesia mengalami PGK (besar sekali yaaa?!) Jika ada 250 juta penduduk Indonesia, maka ada lebih 30 juta penduduk Indonesia dengan PGK (ngeri betul yaa data ini). Data PERNEFRI tersebut berdasarkan riset tahun 2014, bagaimana dengan tahun 2017??

Dari data-data prevalensi diatas, jelas bahwa penyakit ginjal kronis adalah masalah kesehatan yang besar! Semua pihak: pemerintah, instansi dan praktisi kesehatan, serta seluruh komponen bangsa, perlu mewaspadai, melakukan penanganan yang tepat dan secepat mungkin secara terpadu, di semua tingkat pelayanan kesehatan.

Secara khusus kita semua harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah peningkatan jumlah kasus PGK serta menjaga agar tidak terjadi perburukan tingkat penyakit pada orang yang sudah menderita PGK.

Jika seseorang sudah sampai ke tingkat 5 PGK, maka orang itu sangat mungkin harus menjalani terapi dialisis (hemodialisis atau terapi sejenis yaitu peritoneal dialisis) seumur hidup, atau bahkan harus menjalani transplantasi ginjal.

Semua terapi PGK tingkat 5 itu sangat membebani perekonomian rakyat dan negara ini karena sangat mahal dan berlangsung seumur hidup! Angka kematian PGK tingkat 5 pun cukup tinggi, walaupun segala terapi tersebut diatas sudah dilakukan secara maksimal. Belum lagi jika dibahas soal kwalitas hidup dan produktivitas penderita PGK yang banyak menurun.

Sebagai catatan, Peritoneal Dialisis ialah terapi dengan melakukan pemasangan selang di perut dan menggunakan membran pembungkus perut (peritoneum) sebagai penyaring racun sisa metabolisme.

Pada terapi ini, cairan pelarut racun metabolisme tersebut dimasukkan melalui selang kemudian dikeluarkan kembali. Setelah terapi selesai, maka selang itu ditutup lagi. Terapi ini bisa dilakukan secara mandiri dan berkesinambungan. Secara awam Peritoneal Dialisis, disebut “Cuci Perut”

PGK sering tidak terdeteksi di tingkat dini, itu sebabnya banyak penderita yang sangat terkejut karena ia tahu-tahu dinyatakan sebagai PGK tingkat 5 oleh dokter.

Tetapi seandainya masyarakat luas memiliki pengetahuan umum tentang gejala-gejala dan tanda-tanda PGK, serta bisa didiagnosis sejak dini melalui tes yang sederhana, maka kejadian PGK dan perkembangannya ke tingkat yang lanjut bisa diperlambat atau bahkan dapat dihentikan, karenanya: KENALI DAN NILAILAH GINJAL KITA!

Penilaian rutin dan teratur penting untuk semua orang, dan sangat penting bagi orang-orang yang berrisiko PGK. Ikuti 6 langkah-langkah ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyakit ginjal, ada atau tidaknya faktor risiko pada anda, dan bagaimana mencegah terjadinya PGK.

Langkah 1: Ketahui Fakta-Fakta Ini

A. Fungsi-Fungsi Utama Ginjal:

* Mengatur Jumlah Cairan Tubuh

* Menyaring serta Membuang limbah sisa-sia metabolisme tubuh dan racun dari darah

* Melepaskan hormon yang mengatur tekanan darah

* Mengaktifkan Vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang

* Menghasilkan hormon Eritropoietin yang memacu produksi sel-sel darah merah di sumsum tulang

* Menjaga agar mineral-mineral darah tetap seimbang (natrium, fosfor, kalium, kalsium)

* Menjaga keseimbangan asam-basa (pH) tubuh.

B. Masalah-Masalah Kesehatan Utama Akibat Gangguan Ginjal Yang Kronis:

* Penyakit Kardiovaskular, yang dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke

* Tekanan Darah Tinggi

* Kerusakan Tulang

* Kerusakan Saraf (neuropati)

* Gagal ginjal (stadium akhir PGK atau disebut Penyakit Ginjal Terminal / PGT)

* Anemia (jumlah sel darah merah menurun)

* Gangguan Kesadaran (ensefalopati uremik)

* Gangguan Saluran Cerna (Gastropati dan Enteropati uremik)

* Gangguan Trombosit / Keping Pembekuan Darah (Trombopati uremik)

Langkah 2: Inventarisasi Kaji Sendiri Faktor-Faktor Risiko PGK anda

A. Faktor-Faktor Risiko Utama PGK:

* Diabetes Melitus (baik yang terjadi pada diri sendiri atau di keluarga)

* Tekanan darah tinggi (pada diri sendiri atau keluarga)

* Penyakit kardiovaskular (pada diri sendiri atau keluarga)

* Riwayat keluarga yang menderita diabetes atau tekanan darah tinggi

 B. Faktor-Faktor Risiko Tambahan:

* Faktor Ras: keturunan Afrika-Amerika, keturunan penduduk asli Amerika (Indian), keturunan Hispanik, Asia-Pasifik, lebih rentan mengalami PGK dibandingkan keturunan Kaukasia maupun Timur Tengah

* Usia 60 tahun ke atas

* Obesitas

* Berat badan saat lahir rendah (kurang dari 2,5 Kg)

* Penggunaan obat-obat anti radang non steroid sebagai anti nyeri secara berkepanjangan, misalnya memakai ibuprofen, asam mefenamat atau diklofenak dalam waktu yang panjang.

* Penyakit Lupus dan kelainan autoimun lainnya

* Infeksi saluran kemih kronis

* Penyakit Batu Ginjal

* Hiperurisemia (tingginya kadar asam urat dalam darah)

Langkah 3: Kenali Gejala-Gejala Penyakit Ginjal

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anda mungkin berpenyakit ginjal:

* Kelelahan, kelemahan yang terus menerus dalam waktu lama

* Sulit buang air kecil, volume urin sedikit

* Banyak busa pada urin (seperti busa pada kocokan putih telur), yang sering tetap ada di air WC, meskipun kita telah menyiramnya berkali-kali.

* Urin berwarna merah seperti air cucian daging atau urin berwarna gelap (darah dalam urin), urin keruh atau berbau busuk sekali (bukan bau amoniak seperti bau urin biasa)

* Meningkatnya rasa haus meskipun volume urin sedikit

* Sering merasa harus membuang air kecil (terutama di malam hari)

* Kelopak mata membengkak sehingga sulit dibuka

* Pembengkakan wajah, tangan, perut, pergelangan kaki, dan kaki

* Hipertensi berat pada usia muda (usia sebelum 30)

Langkah 4: PERIKSAKAN DIRI ANDA SECARA RUTIN SETIAP TAHUN ATAU KALAU ADA TANDA-TANDA maupun RIWAYAT KETURUNAN BERPENYAKIT GINJAL KRONIS

Jika anda atau keluarga dan kerabatmu termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, tanyakan kepada dokter anda tentang beberapa pemeriksaan ini.

Tes Rutin Yang Dapat Mengurangi Risiko Terjadinya PGK Tingkat Lanjut:

a)  Tekanan Darah:

Tekanan darah tinggi bisa merusak rangkaian pembuluh darah kecil (glomeruli) di ginjal. Ini adalah penyebab utama kedua terjadinya PGK setelah diabetes. Secara umum tekanan Darah < 140/90 mmHg cukup baik. Jika telah mengalami PGK, tekanan darah yang diinginkan ialah < 130/80 mmHg.

b)  Protein dalam urin

Adanya sejenis protein, yaitu albumin dalam urin (albuminuria) merupakan tanda awal PGK. Peningkatan albumin dalam urin yang yang terus-menerus terjadi, mengindikasikan kerusakan ginjal. Hasil yang baik ialah jika nilainya jika kurang dari 30 mg albumin per gram kreatinin urin / 24 jam)

c)  Kadar Kreatinin dalam Darah

Ginjal yang sehat akan menyaring kreatinin darah (produk limbah metabolisme otot) dan membuangnya ke urin. Bila fungsi ginjal berkurang, kadar kreatinin akan meningkat. Nilai yang baik ialah 0,6 sampai 1,2 mg per desiliter darah, meskipun nilai ini sering tergantung pada variabel-variabel lain

d)  Laju Filtrasi Glomerulus (LPG) atau Laju Penyaringan oleh Ginjal

Pengukuran nilai Ini adalah ukuran fungsi ginjal yang paling sensitif dan akurat. Dokter akan mengukur kadar kreatinin darah dan melakukan perhitungan berdasarkan usia, ras, dan jenis kelamin. Nilai lebih dari 90 ml/menit adalah bagus. Nilai 60-89 ml/menit harus dipantau. Jika kreatinin kurang dari 60 ml/menit untuk 3 bulan menunjukkan adanya PGK.

Langkah 5: Tetap Memelihara Kesehatan dan Kebugaran Dengan Baik

A. Beberapa Hal yang Harus Dilakukan untuk menghindari PGK:

* Atasi tekanan darah tinggi

* Jaga kadar gula darah agar tetap terkendali jika anda penderitas diabetes

* Kurangi asupan garam

* Hindari pemakaian obat anti radang / penghilang rasa sakit dalam waktu yang lama

* Konsumsi protein dalam jumlah sedang (70-80 gram protein sehari)

* Dapatkan vaksinasi Influensa atau Pneumonia tahunan, terutama pada orang diatas 60 tahun, jika memungkinkan.

* Jangan biarkan infeksi tenggorokan atau gigi dalam waktu yang lama.

B. Berbagai Kiat Pencegahan PGK Lainnya:

* Berolahraga secara teratur

* Kontrol berat badan

* Ikuti Diet seimbang

* Berhenti merokok

* Hindari Alkohol atau bagi yang meminumnya, jangan minum berlebihan.

* Tetap terhidrasi (minum 2-3 liter/hari)

* Pantau Kadar Kolesterol Darah (diperiksa dengan terlebih dulu berpuasa, darah diambil dari pembuluh darah balik lengan, bukan dari ujung jari)

* Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Tahunan

* Kenali Sejarah Medis / Riwayat Penyakit Keluarga anda.

Langkah 6: Rubahlah Gaya Hidup Anda Sehingga Tetap Bugar dan Aktif

– Menjaga kebugaran tubuh membantu mengurangi tensi dan mengurangi risiko PGK

– Kontrol teratur kadar gula darah anda. Sekitar separuh orang yang menderita diabetes mengalami kerusakan ginjal. Jadi penting bagi penderita diabetes untuk melakukan tes rutin guna memeriksakan fungsi ginjalnya.

– Pantau tekanan darah anda. Tingkat tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Jika tekanan darah anda lebih tinggi dari 130/80 sampai 139/89 mmHg, maka anda dianggap berada dalam fase prahipertensi dan harus merubah gaya hidup serta pola makan. Pada 140/90 mmHg keatas, anda harus memeriksakan diri ke dokter dan menjalaini terapi secara rutin dan memantau tekanan darah dengan teratur.

– Konsumsi makanan sehat dan pertahankan berat badan anda.

– Kurangi asupan garam. Asupan garam yang dianjurkan adalah 5-6 gram perhari (sekitar satu sendok teh, dibagi untuk seluruh makanan per 24 jam). Untuk mengurangi asupan garam, batasilah jumlah makanan olahan dan makanan yang tahan lama, jangan tambahkan garam ke makanan yang sudah siap santap.

– Menjaga asupan cairan yang sehat. Disarankan sekitar 2 – 3 liter air / 24 jam (8-12 gelas/hari), khususnya bila udara panas dan jika banyak melakukan aktivitas fisik. Bukan dengan cara langsung minum 1 liter sekali teguk, tetapi minum 1-2 gelas setiap minum.

Orang yang telah memiliki batu ginjal disarankan untuk minum 3 sampai 4 liter air / hari untuk mengurangi pembentukan batu baru. Pada PGK tingkat 5, jumlah minum justru harus dibatasi.

– Jangan merokok. Rokok memperlambat aliran darah ke ginjal. Merokok juga meningkatkan risiko kanker ginjal sekitar 50 persen.

– Jangan minum obat penghilang nyeri secara sembarangan dan terus-menerus dalam waktu yang panjang. Jika anda memiliki penyakit yang menyebabkan nyeri kronis, seperti radang sendi lutut atau sakit punggung, segera hubungi dokter.

– Cek fungsi ginjal anda secara teratur, misalnya 1-2 kali pertahun, jika anda memiliki satu atau lebih faktor risiko ini: * Diabetes * Hipertensi * Kegemukan * Salah satu orang tua atau anggota keluarga anda menderita penyakit ginjal kronik atau penyakit ginjal bawaan * Jika anda berasal dari Afrika, Asia-Pasifik dan telah berusia 40 tahun.

Sumber : https://www.kompasiana.com/

 

Wajib Makan, 5 Karbohidrat yang Justru Bisa Menurunkan Berat Badan!

Jika biasanya karbohidrat identik dengan makanan yang bikin gemuk karena biasanya mudah diubah jadi lemak, ternyata tidak semua karbohidrat berlaku sama lho. Ada beberapa sumber makanan tinggi karbohidrat yang justru bisa menurunkan berat badan.

Hasil gambar untuk oatmeal

Beberapa karbohidrat berikut ini justru jadi menu diet karena kemampuannya mendukung penurunan berat badan. Ini daftarnya.

  1. Ubi dan kentang
    Ubi dan kentang termasuk dalam keluarga yang sama, dan sama-sama bisa jadi menu diet yang membatu menurunkan berat badan karena kaya serat. Kentang dan ubi bisa jadi menu makan siang karena karbohidratnya cukup banyak dan mudah jadi energi.
  2. Labu
    Labu juga mengandung karbohidrat tinggi namun bisa membantu menurunkan berat badan karena mengandung serat tinggi. Jika dimakan dengan cara dikukus, labu cocok untuk menu sarapan.
  3. Nasi merah
    Nasi merah sudah dikenal sebagai pengganti nasi putih yang terlalu sederhana dan bisa membuat gemuk. Nasi merah sangat tinggi serat dan rendah gula sehingga cocok untuk sarapan dan makan siang karena membuat perut kenyang lebih lama.

Buah pir adalah karbohidrat yang baik untuk diet//copyright Pexels.com

  1. Pir
    Buah pir mungkin jarang dibahas sebagai menu diet, namun ternyata buah tinggi karbohidrat ini juga tinggi serat yang bisa membuat kenyang lebih lama. Buah pir bisa jadi camilan selama diet.
  2. Gandum
    Gandum dan oats memiliki fungsi yang sama, yaitu membuat perut kenyang lebih lama karena tinggi serat meski tinggi karbohidrat. Gandum dan oat cocok dimakan untuk sarapan karena bisa menjaga kadar gula darah.

Itu sekian karbohidrat yang ternyata bisa menurunkan berat badan.

Sumber: https://www.vemale.com/kesehatan/111352-wajib-makan-5-karbohidrat-yang-justru-bisa-menurunkan-berat-badan.html

Khasiat Mahkota Dewa sebagai Antidiabetes

Hasil gambar

Kiini mahkota dewa bukanlah tanaman yang asing bagi masyarakat Indonesia. Khasiatnya dalam mengobati berbagai macam penyakit, khususnya diabetes melitus, membuat tanaman ini dikenal banyak orang. Tanaman yang juga dikenal dengan nama Phaleria macrocarpa ini berasal dari Papua atau Irian Jaya. Lantas, bagian tumbuhan manakah yang dapat digunakan sebagai obat antidiabetes? Bagaimana tanaman ini dapat berfungsi sebagai obat antidiabetes? Dan bagaimana menggunakan mahkota dewa sebagai obat antidiabetes?
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik (penyakit karena proses metabolisme dalam tubuh) yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh gangguan dalam sekresi hormon insulin dan atau aksi hormon insulin. Penyakit ini terjadi ketika pankreas tidak mampu memproduksi insulin, pankreas mampu memproduksi insulin tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh, atau respon tubuh yang lemah terhadap insulin. Adapun gejala penyakit ini adalah poliuri (banyak kencing), polidipsi (banyak minum), dan polifagi (banyak makan).
Buah mahkota dewa berbentuk bundar agak kecil dan berwarna merah ketika sudah masak. Sedangkan dagingnya berwarna putih dan bijinya berwarna cokelat. Nah, daging buah inilah yang digunakan sebagai obat diabetes melitus. Daging buah mahkota dewa mengandung senyawa golongan alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa saponin inilah yang berkhasiat sebagai antidiabetes karena bersifat sebagai inhibitor (penghambat) enzim α-glucosidase. Enzim α-glucosidase merupakan enzim yang berperan dalam mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Dengan demikian, apabila enzim tersebut kita hambat kerjanya, maka kadar glukosa (gula) dalam darah akan menurun, sehingga menimbulkan efek hipoglikemik (kadar gula dalam darah menurun). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa daging buah mahkota dewa menghasilkan efek hipoglikemik dengan dosis 241,35 mg/kg berat badan.
Untuk pengobatan diabetes melitus, kita dapat menggunakan 5 hingga 6 buah mahkota dewa yang telah dicuci bersih. Kemudian, bagian kulit dan bijinya kita buang. Sedangkan, daging buahnya kita iris tipis. Irisan daging buah mahkota dewa tersebut kita rebus dengan 3 gelas air. Setelah itu, sari daging buahnya kita saring dan didinginkan. Sari daging buah mahkota dewa ini kita minum 3 kali sehari sebelum makan. Mudah bukan? Itulah tadi manfaat buah mahkota dewa dalam mengobati penyakit diabetes melitus. Se-dewa namanya, bukan?

 

Apa sih Manfaat Olahraga Saat Berpuasa?

Hasil gambar untuk orang lari

Kegiatan apa yang sahabat hindari saat berpuasa? Mungkin olahraga adalah salah satu jawabannya. Ya, olahraga saat berpuasa terdengar melelahkan. Jauhkan pikiran tersebut. Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan tidak bergerak sama sekali. Olahraga tetap Pioneers butuhkan walaupun sedang berpuasa sekalipun. Nah apa untungnya berolahraga saat puasa dan bagaimana tipsnya? Yuk kita bahas di paragraf selanjutnya.

Banyak yang beranggapan kalau puasa akan menurunkan berat badan. Jangan salah, karena saat bulan puasa berat badan bahkan bisa melonjak naik. Hal ini dikarenakan aktivitas fisik yang kurang serta berkaitan dengan menu buka puasa yang biasanya makanan manis dan tinggi kalori serta lemak. Adanya olahraga akan membakar cadangan lemak, glikogen—gula dalam otot—dan protein untuk diubah menjadi energi sehingga Sahabat tidak kelelahan saat berolahraga (walaupun berpuasa), terlebih lagi berat badan juga tidak meningkat. Problem lain ketika berpuasa, kita cenderung ingin bermalas-malasan dan banyak tidur. Nah tanpa melakukan aktivitas dan sedikit bergerak membuat tubuh akan semakin lemas dan kurang berstamina. Oleh karena itu olahraga tetap diperlukan saat berpuasa untuk menjaga kebugaran tubuh.

Namun, kegiatan berolahraga saat berpuasa harus tetap diperhatikan. Hal ini terkait adanya penurunan metabolisme tubuh secara alami karena asupan energi dan nutrisi yang terbatas. Intensitas, waktu, dan jenis olahraga perlu disesuaikan. Jangan terlalu memaksakan kemampuan dan kondisi tubuh untuk berolahraga karena dapat mengakibatkan tubuh menjadi kurang fit dan dapat timbul dehidrasi—kehilangan cairan—yang dapat mengakibatkan pingsan.

Olahraga yang kita lakukan saat berpuasa adalah olahraga yang ringan bukan olahraga yang berat atau memerlukan energi yang cukup banyak. Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, yoga, senam ringan, jogging, dan olahraga lainnya yang tidak mengeluarkan banyak keringat. Hindari latihan beban karena dapat menghasilkan glikogen yang dapat membuat tubuh menjadi lelah. Jangan lupa untuk menyesuaikan durasi dan frekuensi sesuai kemampuan tubuh.

Untuk waktunya sendiri dapat dilakukan 1-1,5 jam sebelum berbuka. Begitu selesai olahraga, cairan yang dikeluarkan saat olahraga dapat langsung tergantikan setelah berbuka puasa. Dapat juga dilakukan saat malam hari. Hindari olahraga saat menjelang tidur untuk memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Olah raga juga dapat dilakukan 2 jam setelah berbuka atau setelah subuh. Carilah tempat yang sejuk saat berolahraga untuk menghindari pengeluaran keringat yang berlebih.

Nah, olahraga saat berpuasa sangat banyak manfaatnya bukan? Kami jamin, Sahabat akan mendapat manfaatnya jika melakukannya dengan benar. Sudah siap berolahraga hari ini? Keep healthy and happy fasting! [Tri]

Survei Verifikasi ke-1 RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Sabtu, 25 November 2017 menjadi moment penting bagi RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten karena pada hari itu sedang dilakukan Survei Verifikasi Akreditasi ke-1 oleh Kars dengan perwakilan dr. Lauren Th.B, Sp.B menjadi survior pada saat itu. Beliau datang dari Jakarta menuju Klaten pada pk.07.00 WIB pagi.

Acara dimulai dengan pembukaan pada jam 8 pagi. Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Ibu Direktur mengenai beberapa pokja yang diampu oleh RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten, setelah itu diadakan presentasi tiap Pokja kemudian, telusur dokumen dan telusur lapangan terkait dokumen PPS.

Di tahun 2016 lalu saat Akreditasi, RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten mendapatkan gelar Paripurna. Perjuangan dari para karyawan dengan kegigihan dan kesungguhan mengerjakan masing-masing pokja yang telah diampu. Semoga dapat mempertahankan gelar yang telah diperoleh.

Survei verifikasi akreditasi dinilai langsung oleh dr. Lauren Th.B, Sp.B , setelah presentasi semua Ketua, Sekretaris, dan anggota Pokja berkumpul unuk mendapatkan pertanyaan dan penilaian demi kemajuan Rumah Sakit.

Jam sudah menunjukkan pk.18.00 WIB malam presentasi sudah berakhir. Acara dilanjutkan dengan telusur dokumen di masing-masing bagian yang bersangkutan dengan masing-masing Pokja.

Setelah mengunjungi beberapa ruangan di RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten, seperti ruang Farmasi, Gizi & Dapur, Sterilisasi, CSSD dan Perawatan & Pemulasaran Jenazah. Sekitar 45 menit diadakan telusur, acara ditutup dengan exit conference. Di sini dipaparkan beberapa kekurangan yang masih terdapat di masing-masing Pokja. Acara berjalan dengan lancar, berharap hasil yang memuaskan demi terwujudnya Rumah Sakit yang unggul di setiap pelayanan.

 

Penyuluhan Posyandu Lansia Kenanga Desa Karanganom

Pelayanan yang telah diberikan oleh RSKB Diponegoro Sua Satu Klaten tidak hanya sebatas pelayanan yang ada di Rumah Sakit saja. Kami mempunyai program penyuluhan kesehatan, lewat promosi kesehatan di Rumah Sakit (PKRS). PKRS adalah suatu usaha Rumah Sakit untuk memberikan dan mengembangkan pengertian kepada pasien, keluarga serta pengunjung Rumah sakit mengenai penyakit dan pencegahannya.

Pada hari Selasa, 14 November 2017 kemarin RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten melakukan penyuluhan Posyandu di desa Karanganom untuk memberikan pelayanan kepada Lansia Kenanga. Acara di mulai pk.13.00 WIB dengan dua pembicara yaitu Ibu Juwariyah, AMK yang akan menjelaskan materi mengenai pelayanan di RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten.

Pemateri kedua yaitu dr.Yestin yang menjelaskan materi mengenai penyakit Osteoarthritis. Alasan mengambil dua tema tersebut salah satunya dikarenakan penyakit yang sering dialami Lansia dan dilayani di RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten salah satunya adalah Osteoarthritis, serta mengacu pada tujuan kegiatan ini yaitumempromosikan Pelayanan RumahSakit di lingkungan masyarakat sekitar Rumah Sakit.

Banyak lansia yang hadir saat pelaksananan penyuluhan kali ini. Antusiasme juga terpancar dari raut muka para lansia yang tetap semangat ingin sehat dengan menyimak materi yang sedang disampaikan oleh kedua narasumber. Ada beberapa Lansia yang juga bertanya pada sesi 1 dan sesi 2. Pertanyaan ini merajuk pada bagaimana pencegahan atau penanganan pada penyakit Osteoarthritis.

Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh dr.Yestin dengan menerangkan bahwa Osteoarthritis bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan olahraga teratur, serta hindari kegiatan fisik yang cukup berat. Selain itu dr.Yestin menambahkan untuk melakukan senam khusus mencegah Osteoarthritis. Para lansia terlihat sangat senang dan mempraktikkan gerakan senam yang diputarkan lewat video.

 

 

 

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 “Sehat Indonesiaku,Sehat Keluargaku”

Peringatan Hari Kesehtan Nasional yang jatuh pada hari Minggu, 12 November 2017 kemarin diwarnai dengan berbagai kegiatan di Seluruh Indonesia. Salah satu diantaranya yaitu event Jalan Sehat yang diadakan diberbagai daerah khususnya Instansi kesehatan. Peringatan HKN ke-53 di Kabupaten Klaten sendiri diperingati dengan Jalan Sehat. Berkumpul di Pemda Klaten, seluruh Instasi Kesehatan antara lain, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit Negeri, dan Rumah Sakit Swasta telah bersiap untuk mengikuti event ini.

Tujuan diadakan acara ini salah satunya meninjau kepada masyarakat luas agar memperhatikan kesehatan pribadi, keluarga, dan lingkungan sekitar. Membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) diharapkan mampu menerapkan hidup sehat dan mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat.

RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten mengirimkan kurang lebih 20 karyawan untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat kemarin. Ibu dr.Endah Prasetyawati, MPH selaku Direktur Rumah Sakit dan Ibu drg.Esti Nastiti Ekowati selaku Ketua Yayasan juga turut serta dalam serangkaian acara ini. Rute jalan Sehat dimulai dari belakang Pemda Klaten keliling sampai ke Alun-Alun Klaten kemudian kembali menuju Pemda Klaten.

Kekompakan dari para karyawan terlihat dengan yel-yel dan gerakan yang interaktif Dengan Semboyan RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten yaitu AHMAD: Akurat Hemat Manfaat Aman Dinamis dan Semboyan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) serta Sehat Indonesiaku, Sehat Keluargaku. Berbagai macam properti juga dipersiapkan jauh hari untuk menambah keseruan dalam Jalan Sehat kemarin.

Setelah jalan sehat selesai acara dilanjutkan dengan  pembagian doorprice dan makan bersama dengan hidangan makanan sehat. Bupati Klaten berharap jalan sehat bisa dilakukan rutin bagi warga Klaten karena olahraga ini sangat mudah, murah, dan tentunya menyehatkan.

 

 

Kunjungan Kerja RSKB An-Nur Yogyakarta

Kamis, 9 November 2017 RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten kedatangan tamu dari Yogyakarta yaitu dari RSKB An-Nur Yogyakarta. Maksud dari kedatangan 8 staf yang didampingi satu pimpinan ini berniat untuk melakukan kunjungan kerja terkait pelayanan BPJS yang diterapkan di RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten.

Kujungan kerja ini disambut baik oleh Kepala Badan Pengelola RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten Bp.Prabowo Sulistyo, S.P,MM dan beberapa perwakilan dari setiap kepala unit terkait pelayanan BPJS, karena Ibu Direktur dr.Endah Prasetyowati, MPH pada saat yang bersamaan sedang menghadiri acara lain.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih  3 jam ini dimanfaatkan betul oleh RSKB An-Nur Yogyakarta terbukti saat keliling ke setiap unit yang ada di RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten setiap staf yang mewakili bagian masing-masing sangat aktif bertanya.

Beberapa unit terkait dengan pelayanan BPJS antara lain Unit pendaftaran, Rekam Medik, Keperawatan, Keuangan, Penanggungjawab entry BPJS,  penanggung jawab klaim BPJS, dan IT. Setelah keliling ke setiap unit-unit. Dilakukan presentasi singkat mengenai pelayanan BPJS yang ada di RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten dipandu oleh sdri. Nurul Fitriyana, Amd.RMIK dilanjutkan diskusi interaktif. Serangkaian acara yang sudah berjalan dengan lancar ditutup dengan agenda foto bersama.