Gangguan Pada Organ Hati

On 18 September 2017 by admindipo
Hati atau liver atau hepar merupakan organ yang memiliki ukuran sebesar bola sepak yang berada tepat dibawah tulang rusuk di perut bagian kanan. Hati memiliki peranan penting pada sistem pencernaan makanan dan membersihkan tubuh dari zat yang beracun.

Gangguan hati dapat diwariskan secara genetik atau disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat merusak hati seperti virus dan penggunaan alkohol. Obesitas juga dapat menyebabkan kerusakan hati. Seiring berjalannya waktu, kerusakan pada hati dapat menyebabkan sirosis, gagal hati, dan kondisi mengancam jiwa yang lain.

Bagaimana tanda dan gejala terjadinya gangguan organ hati?
Berikut beberapa tanda dan gejala dikarenakan terjadinya gangguan hati adalah:

  • Kulit dan mata yang berwarna kekuningan atau yang biasa disebut jaundice.
  • Mengalami nyeri dan bengkak pada perut.
  • Kulit menjadi gatal
  • Warna urine menjadi lebih gelap
  • Warna tinja menjadi pucat atau terdapat darah pada tinja
  • Mengalami kelelahan secara kronis
  • Mengalami mual atau muntah
  • Mengalami kehilangan selera makan
  • Mengalami kecenderungan mudah memar

Apakah penyebab gangguan organ hati?
Gangguan pada organ hati disebabkan oleh beberapa hal seperti :

  • Infeksi. Parasit dan virus dapat menginfeksi hati, menyebabkan peradangan dan dapat mengurangi fungsi hati. Virus yang menyebabkan kerusakan hati dapat tersebar melalui darah atau air mani, makanan atau air yang terkontaminasi, atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Jenis infeksi hati yang paling umum adalah seperti virus hepatitis A, B, dan C.
  • Sistem kekebalan tubuh yang abnormal. Penyakit dimana sistem kekebalan tubuh dapat menyerang bagian tubuh tertentu dan dapat mempengaruhi fungsi hati.
  • Faktor genetik. Gen abnormal  yang diwarisi dari salah satu atau kedua orang tua dapat menyebabkan berbagai zat yang terbentuk di hati sehingga dapat mengakibatkan kerusakan hati.
  • Kanker dan tumor yang dapat bertumbuh.
  • Penyebab lain seperti konsumsi alkohol yang berlebihan dan terdapat akumulasi lemak pada hati.

Apakah faktor resiko dari gangguan hati?
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko dari gangguan hati adalah:

  • Konsumsi alkohol secara berlebihan atau sudah mengalami kecanduan alkohol.
  • Menggunakan jarum suntik secara bersama-sama
  • Memiliki tato atau tindikan
  • Terpapar oleh cairan tubuh atau darah dari penderita
  • Melakukan sex bebas tanpa menggunakan pengaman seperti kondom.
  • Terpapar oleh senyawa kimia atau toksin
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes
  • Mengalami obesitas
  • Memiliki kandungan trigliserida yang tinggi pada darah

Penanganan untuk gangguan hati bergantung pada penyebabnya. Beberapa gangguan hati dapat diterapi dengan mengubah gaya hidup, seperti menghentikan penggunaan alkohol atau menurunkan berat badan. Pada kondisi tertentu gangguan hati membutuhkan terapi pengobatan atau bahkan pembedahan.

Menjaga kesehatan hati dapat dilakukan dengan perubahan pola hidup dan pola makan.

(Sumber : http://vivahealth.co.id/article/detail/12208/gangguan-pada-organ-hati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *