Mengurangi Resiko Kanker Prostat

On 27 December 2012 by admindipo

Kanker prostat merupakan kanker terbanyak pada pria. Tercatat sebagai kanker pembunuh kedua pada pria setelah kanker paru-paru. Resiko menderita penyakit ini meningkat dengan makin bertambahnya usia. Paling banyak ditemukan pada usia diatas 60 tahun. Namun tidak jarang di usia di kurang dari 50 tahun.Seorang pria yang memiliki ayah atau paman yang menderita kanker prostat memiliki resiko tinggi untuk menderita kanker ini. Jika ayah atau paman terkena kanker prostat, maka keturunan laki-laki terdekatnya akan 2,87-4,5 kali lebih besar terkena kanker prostat dibandingkan dengan mereka yang ayah atau pamannya tidak mempunyai kanker prostat.Faktor lain yang diduga menyebabkan seorang pria mudah menderita kanker ini antara lain gaya hidup yang tidak sehat dan jarang ejakuasi.

American Cancer Society mencatat 192.280 kasus baru di tahun 2009. Sekitar 27.360 pria meninggal dengan kanker prostat di tahun yang sama. Sebagaimana penyakit kanker pada umumnya, penyebab pasti kanker prostat belum diketahui. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa pada penderita kanker prostat membawa gen yang dinamakan gen E2F3. Sebagai pria, kita hanya bisa melakukan hal-hal yang bisa mengurangi atau menghindari resiko menderita kanker prostat ini.

  1. Gaya hidup sehat dengan olah raga teratur, makan yang seimbang, tidak minum alkohol. Para dokter mengamati ternyata pada pria yang tampil bugar lebih sedikit menderita kanker prostat.
  2. Rajin mengkosumsi brokoli. Brokoli dipercaya mengurangi resiko kanker terjadinya kanker prostat. Brokoli memiliki sejenis bahan khusus yang sangat kuat bernama sulforaphane, yang diyakini membuat sayuran-sayuran hijau memiliki senjata  ekstra penangkal kanker.
  3. Rajin minum jus tomat, apel dan sayur buncis. Likopen yang terdapat pada tomat berhubungan dengan resiko rendah terkena kanker prostat. Selain tomat, ternyata buah apel dan buncis juga punya khasiat mencegah kanker prostat karena kandungan senyawa aktif quacertin. Pada uji laboratorium, Nianzeng Xing, ahli kanker dari Departemen Urologi di Mayo Clinic, membuktikan bahwa quacertin, sanggup memblokir reseptor hormon pria (androgen) sehingga bisa mencegah kanker prostat.
  4. Minum kopi rutin. Para ahli dari Harvard Medical School dalam presentasinya di konferensi American Association for Cancer Research di Houston, AS, mengatakan bahwa pria yang rutin minum kopi risikonya terkena kanker prostat berkurang hingga 60 persen bila dibandingkan dengan pria yang tidak minum kopi. Hehe.. ternyata tak sia-sia juga saya kecanduan minum kopi.
  5. Ejakulasi teratur. Ejakulasi sebanyak 3 kali per minggunya akan menurunkan secara langsung risiko kanker prostat hingga 15% . Menurut Journal of the American Medical Association, untuk mencegah terbentuknya kanker prostat, para peneliti menyarankan agar seorang pria melakukan ejakulasi minimal 12 kali dalam sebulan. So, bagi pria yang belum menikah, segeralah menikah agar bisa ejakulasi teratur.  Para menganjurkan untuk  melakukan seks dengan istri. Karena ketimbang melakukan masturbasi, melakukan seks langsung dengan pasangan akan lebih menyehatkan. The British Journal of Urology menemukan bahwa aktivitas seksual para pria usia 50-an tahun bisa memberi perlindungan dari penyakit ini. Alhamdulillah saya sudah menikah :-)
  6. Bagi mereka yang beresiko tinggi (ada faktor genetik-ayah atau paman menderita kanker prostat) disarankan minum obat pencegah kanker prostat walaupun umur mereka belum mencaai usia 50 tahun. Obat terbaru adalah dutasteride dan finasteride. Obat ini bisa biasa diresepkan oleh dokter ahli Urologi.

Sumber: urologynotes.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *